Sabtu, 04 Juni 2016
Topeng Dante
Seorang pria tua menengadahkan kedua tangannya pada seorang pria tinggi yang tersenyum bak malaikat. Terlihat ia mengaruk saku jaket dan mengeluarkan selebar kertas terlipat, sayang itu bukan uang. Pengemis lusuh itu memungutnya dan membaca, ia tertawa tanpa suara memandangi pria yang telah lama berlalu di tengah kesunyian jalanan dingin hari itu. Ia mulai membenahi kain-kain tempat bernaungnya dan mengikatkan dalam sebuah sarung, itu pun dipikulnya. Berjalan luntang-lantung sudah menjadi pandangan yang biasa baginya terhadap semua orang yang memandang. Satu lagi belokan di tikungan itu, ia pun akan sampai ditujuannya yang baru saja ditentukan takdir baginya.
Tanpa menoleh seseorang yang memegang kaleng soda tampak memunggungi tamunya.Beberapa langkah lagi sebelum mendekat ia pun akhirnya menoleh dan menatap tajam sambil menyentuh pelipisnya seperti biasa ketika ia memulai sebuah rencana. Pengemis itu pun membuka baju lusuhnya dan baju kaos hijau tua angkatan menegaskan kebenaran jati dirinya. Wajah tua itu pun berlalu seiring jalannya yang tegap dan serius.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar